Senin, 30 September 2013

CHAPTHER 3 KECENDERUNGAN PERJALANAN DAN ELASTISITAS PERMINTAAN



PERTANYAAN :

1.      Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?

2.      Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?

3.      Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut ?

JAWABAN

1.      Diketahui dari negara Astina

Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
1.150.000
1 kali 
1.150.000
475.000
2 kali
950.000
185.000
3 kali
555.000
Total 1.180.000

Total 2.655.000




N = 1.810.000
T = 2.655.000
P = 14.500.000

NTP =   1.810.000 x 100%
                14.500.000
         = 12,48 %

GTP =  2.655.000 x 100 %
                14.500.000
         = 18,31 %

TF = GTP =18,31 %
         NTP   12,48 %
     =  1,46 kali
TF = T = 2.655.000 = 1,46 kali
        N    1.810.000
Diketahui dari negara Amarta

Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
675.000
1 kali 
675.000
355.000
2 kali
710.000
193.000
3 kali
579.000
Total 1.223.000

Total 1.964.000

N = 1.223.000
T = 1.964.000
P = 9.700.000

NTP = 1.223.000 x100 %
           9.700.000
        = 12,60 %

GTP = 1.964.000 x 100 %
           9.700.000
        = 20,24 %

TF = GTP = 20,24%
         NTP   12,60 %
    = 1,6 kali
TF = T = 1.964.000
        N    1.223.000
            =1,6 kali

Dilihat dari perhitungan kecenderungan diatas dapat dinilai bahwa jumlah penduduk tidak mempengaruhi jumlah perjalanan. Dan disini dapat dilihat bahwa Negara amarta lebih besar melakukan perjalanan dari pada Negara astina walaupun jumlah penduduk dinegara astina lebih besar daripada di Negara amarta.

2. Sifat-sifat kecenderungan perjalanan
  • Kecenderungan Perjalanan Bersih tidak akan pernah mencapai 100%. Biasanya nilai Kecenderungan Perjalanan Bersih tertinggi hanya akan mencapai antara 70% – 80%. Hal ini terjadi karena tidak selalu semua penduduk dapat melakukan perjalanan wisata walaupun secara materi tidak ada permasalahan.
  • Namun besarnya nilai Kecenderungan Perjalanan Kotor dapat saja mencapai lebih dari 100%. Bahkan tidak jarang terdapat negara-negara yang memiliki nilai Kecenderungan Perjalanan Kotor mencapai di atas 200%.

3. Contoh produk jasa kepariwisataan dalam kondisi elastis :
  • Pada kondisi elastis : Peningkatan harga sewa untuk ball room, tidak akan secara langsung membuat klien yang sering mengadakan meeting di hotel kita untuk langsung pindah ke hotel lain.Karena biasanya untuk biaya meeting sudah dianggarkan oleh perusahaannya.
  • Pada kondisi elastis murni : Peningkatan persentase harga suatu makanan di restoran naik karena kualitas makanan dan minuman yang baik sekitar 10%, maka persentase permintaan terhadap makanan tersebut oleh tamu/konsumen menurun sebesar 10% pula.
  • Pada kondisi tidak elastis : Peningkatan tarif sewa kamar hotel per malam dengan tidak ada penambahan atau perubahan fasilitas (artinya fasilitas tetap sama) maka akan menurunkan tingkat penjualan kamar. Karena tamu akan membayar harga kamar sesuai dengan fasilitas yang dapat diberikan oleh pihak hotel kepada tamu

CHAPTHER 2 DEVISA DAN EFEK BERGANDA



PERTANYAAN

1.      Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.

2.      Buatkah sebuah diagram/gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen :
  1. Tranportasi
  2. Cinderamata
  1. Makan dan minum
  2. Tour

3.      Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, pada tingkat selanjutnya dikeluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- . Berapakah Efek Berganda yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut, dari kegiatan makan dan minum tersebut ?

Jawab


  1. Diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.


2.      2. Pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata dengan  komponen komponennya.



3.       3. Diketahui :
  • Seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp 25.000 (Rp 5.000 x 5 hari)
  • Biaya keperluan lainnya Rp 3.350,-
  • Biaya lanjutan Rp 2.150,-
  • Pengeluaran ikutan Rp 1.475,-
Maka :
A.  Metode Koefisien Berganda
        K          =          Y
                                 E


Jawab
K =  25.000 + 3.350 + 2.150 + 1.475 = 1,279 = 1,3 kali
                               25.000

Penjelasan :
Perubahan pendapatan yang terjadi adalah peningkatan sebesar 1,3 kali dari pendapatan sebelumnya karena kegiatan pariwisata mencakup seluruh pendapatan yang telah dikeluarkan, termasuk pula pengeluaran awal wisatawan.

B.  Koefisien Efek Berganda Pendapatan Ortodoks
      M = DS+IS+Ids
                     DS
Keterangan :
                  DS = Pengeluaran langsung
                  IS  = Pengeluaran tidak langsung
                  Ids = Pengeluaran ikutan

Jawab :

M = 3.350 + 2.150 + 1.475
                   3.350
    = 6.975 = 2,08 kali
       3.350

C.  Efek Berganda Pendapatan Nir Ortodoks (Unorthodox)
        M = DS+IS+Ids
                 E

Keterangan :
                  DS = Pengeluaran langsung
                  IS  = Pengeluaran tidak langsung
                  Ids = Pengeluaran ikutan
                  E    = Pengeluaran awal wisatawan
Jawab :

M = 3.350 + 2.150 + 1.475
          25.000
    = 6.975 = 0,3 kali
       25.000

Jumat, 13 September 2013

STUDI KASUS : CLUB MEDITERANIAN, MANFAAT EKONOMI BAGI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

TOPIK DISKUSI
Apakah manfaat dan masalah ekonomi
yang ditimbulkan dari Club Med terhadap :
a. Negara dengan perekonomian maju
(Seperti Italia dan Amerika Serikat)?
b. Negara dengan perekonomian sedang
berkembang

Latar Belakang
Menurut sumber yany saya dapatkan
Club med didirikan pada tahun 1950 oleh
asosiasi olahraga olimpic sebagai tempat
liburan pedesaan di mana pengunjung bisa
menikmati aktivitas olahraga di dalam
perkemahan. Filosofi dari Club berdasarkan
pada kehidupan orang-orang yang tinggal di
lingkungan perkotaan yang melihat perbedaan
pengalaman ketika liburan. Liburan ini
bertujuan untuk melupakan sejenak kehidupan
sehari-hari bagi wisatawan yang lelah bekerja
dalam suasana perkotaan yang padat dan
menjemukan. Oleh karena itu di liburan
pedesaan Club med, didesain secara khusus,
seperti: tidak ada telepon, tidak ada koran,
banyaknya hiburan (khususnya aktivitas
olahraga), dengan pakaian santai (casual),
sistem pembayaranpun diselesaikan di hari
terakhir wisatawan tinggal. Semua fasilitas
yang disediakan untuk memberikan
kesenangan dan kenyamanan pada wisatawan
(tamu). Club Med adalah perusahaan pertama
yang menawarkan semua termasuk paket
liburan, yang telah menjadi segmen dengan
pertumbuhan tercepat di sektor pariwisata.
Konsep ini berakhir pada awal 1980an,
dimana Club Med telah memiliki 80 unit hotel
di pedesaan pada 24 negara. Termasuk vila
pedesaan musim panas, vila pedesaan musim
salju seperti pedesaan yang letaknya jauh dari
perkotaan dengan pemandangan alam yang
indah dan memungkinkan untuk berekreasi.,
hal tersebut merupakan keungggulan
tersendiri dengan terdapatnya fasilitas yang
terbaik. Totalnya, unit Club Med yang ada
pedesaan ini menawarkan 60.000 kamar untuk
menginap, 12.000 staff karyawan dan anggota
member lebih dari 1.000.000. Klub ini
menawarkan paket yang di dalamnya terdapat
perjalanan keliling sudah termasuk pemesanan
pesawat, penjemputan di bandara, akomodasi
(di hotel, penginapan atau bungalow), makan,
dan penggunaan semua fasilitas olahraga
dengan instruktur yang berpengalaman.
Hiburannya diorganisir oleh anggota karyawan
yang dikenal dengan ‘Gentil
Organisateur’ (Nice Organisers) yang
menganjurkan untuk mendekati (bergaul)
dengan tamu dengan pendekatan berteman
selain memberikan pelayanan sebagai
karyawan Club Med. Hal ini sangat unik
karena semua operator menawarkan produk
yang original (asli).

Secara singkat, manfaat dan masalah ekonomi
yang ditimbulkan dari Club Med terhadap
negara dengan perekonomian maju ( seperti
Italia dan Amerika Serikat ) dan negara dengan
perekonomian sedang berkembang adalah :
a. Negara dengan perekonomian maju
(Seperti Italia dan Amerika Serikat)?
- Manfaatnya yaitu :
Adanya tujuan wisata yang baru yang dapat di
kunjungi oleh masyarakat, pengembangan
wilayah - wilayah pedesaan, menjadi tempat
tujuan wisata, pariwisata menjadi salah satu
sumber devisa, identifikasi merek kuat, dan
meningkatkan nilai tukar mata uang lokal
terhadap mata uang asing sehingga dapat
memberikan kesejahteraan bagi masyarakat
sekitar.
- Masalahnya yaitu :
Harga yang tinggi, yang berakibat
berkurangnya kunjungan ke tempat tujuan
wisata, perkembangan yang naik turun
membuat tidak stabilnya penghasilan yang di
dapatkan, Tidak meratanya perbaikan setiap
tempat membuat perkembangan tidak merata
di setiap tempatnya.
b. Negara dengan perekonomian sedang
berkembang
- Manfaatnya yaitu :
Pariwisata menjadi salah satu penghasil
devisa, berkembangnya pariwisata di negara -
negara bekembang, sebagai salah satu sarana
promosi tujuan wisata di negara - negara
berkembang.
- Masalahnya yaitu :
Posisi Club Med yang tidak stabil, bisa
menghambat perkembangan pariwisata, Citra
Club Med yang tidak jelas, mengurangi minat
pengunjung, ketidakjelasan profil konsumen,
membuat target pasar yang tidak jelas.

Kamis, 05 September 2013

EKONOMI PARIWISATA




1.      Apa saja komponen-komponen Neraca Pembayaran ? 

Untuk mengetahui apa saja komponen yang terdapat dari Neraca Pembayaran maka disini saya akan menjelaskan apa itu Neraca Pembayaran. Neraca pembayaran ialah catatan yang sistimatis mengenai hubungan perekonomian antara suatu negara dengan negara-negara lainnya. Dan dalam Neraca Pembayaran tersebut terdapat beberapa komponen yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Transaksi Berjalan (Current Account)
Transaksi berjalan adalah semua transaksi ekspor dan impor barang-barang dan jasa-jasa. Secara umum meliputi: transaksi perdagangan, transaksi pendapatan modal dan transaksi unilateral.
b. Neraca Modal (Capital Account)
Neraca modal adalah neraca yang menunjukkan perubahan dalam harta kekayaan (asset) suatu negara di luar negeri dan aset asing di suatu negara, di luar aset cadangan pemerintah. Neraca modal meliputi: transaksi penanaman modal langsung, transaksi utang piutang jangka panjang dan transaksi utang piutang jangka pendek.
c. Selisih yang Belum Diperhitungkan (Error and Omissions)
Selisih yang belum diperhitungkan merupakan rekening penyeimbang apabila nilai transaksi-transaksi kredit tidak sama persis dengan nilai transaksi debit. Dengan adanya rekening selisih perhitungan ini, maka jumlah total nilai transaksi kredit dari suatu Neraca Pembayaran Internasional (NPI) akan selalu sama dengan transaksi debitnya.
2. Sebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap Neraca Pembayaran suatu negara ?
1. Pariwisata menurunkan defisit yang dialami negara.
2. Pariwisata menurunkan surplus pembayaran negara.
3. Pariwisata menambah jumlah surplus neraca pembayaran negara.
4. Pariwisata menambah defisit yang dialami negara. 
3. Apa saran anda mengenai tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan ?
Menurut saya  tindakan yang harus kita lakukan untuk mengurangi defisit wisatawan disuatu negara adalah dengan cara
-Pengembangan dan pemeliharaan terhadap Objek Daya Tarik Wisata agar semakin menarik wisatawan baik domestic maupun internasional.
-Melakukan promosi tempat-tempat pariwisata
-Memperbaiki sistem sarana fasilitas dan sistem transportasi,
- Mengadakan sosialisasi mengenai cinta produk dalam negeri. 
4. Carilah masing-masing sebuah contoh dari Neraca Pembayaran dan atau Neraca Wisatawan, lalu buatlah pendapat atas neraca-neraca tersebut ?

Melihat dari tabel jumlah kunjungan wisatawan di negara-negara yang berada di kawasan khatulistiwa dapat di nilai yaitu negara Indonesia menempati urutan ke empat. Padahal di kehidupan dunia nyata Indonesia sangatlah berpontensi di wisata alam karena yang kita ketahui bahwa Indonesia ini sangatlah banyak ragam wisata mulai dari wisata alam dan budayanya. Maka untuk itu kita akan menjadikan ini tugas tugas yang harus kita kerjakan demi meningkatkan kunjungan wisata dalam negeri. Dan untuk meningkatkan pariwisata kita dengan cara lebih gencar untuk promosi tengtang wisata Indonesia.